Dukung Asta Cita Presiden, Brantas Abipraya Kebut Pembangunan Sekolah Rakyat Jatim 2
Jawa Timur, 7 April 2026 – Direktur Utama PT Brantas Abipraya (Persero), Agung Fajarwanto, melakukan Management Walkthrough ke Proyek Sekolah Rakyat Jatim 2 yang sedang dikerjakan BUMN konstruksi ini guna memastikan progres pekerjaan berjalan sesuai target, kualitas pelaksanaan terjaga, serta penerapan aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dilaksanakan secara optimal. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menghadirkan infrastruktur pendidikan yang berkualitas sekaligus mendukung agenda prioritas pemerintah, khususnya dalam mewujudkan visi pembangunan sumber daya manusia unggul sebagaimana tertuang dalam program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
“Proyek Sekolah Rakyat ini bukan hanya sekadar pembangunan fisik, tetapi juga merupakan investasi jangka panjang dalam mencetak generasi unggul Indonesia. Kami berkomitmen mengebut penyelesaikan proyek ini, tentunya dengan mengutamakan kualitas terbaik, serta tetap mengedepankan aspek keselamatan kerja,” ujar Agung Fajarwanto, Direktur Utama Brantas Abipraya.

Dalam kunjungannya, Agung Fajarwanto juga menegaskan bahwa percepatan pembangunan proyek ini merupakan wujud nyata kontribusi Brantas Abipraya dalam mendukung pemerataan akses pendidikan yang berkualitas di Indonesia, sebagai salah satu instrumen strategis pengentasan kemiskinan ekstrem. Hal ini seirama dengan Asta Cita, khususnya dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan memperkuat pembangunan dari daerah.
Hal ini sejalan dengan apa yang disampaikan Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo. Pada kesempatan yang berbeda, Dody menjelaskan melalui Sekolah Rakyat ini diharapkan dapat menuju kemiskinan nol persen karena upaya yang paling efektif dan efisien mengurangi kemiskinan melalui pendidikan.

Sebagai informasi, proyek Sekolah Rakyat Jatim 2 yang mulai dikerjakan pada Desember 2025 ini ditargetkan rampung pada Juni 2026. Dengan luas lahan mencapai 58.100 meter persegi, Sekolah Rakyat ini dirancang sebagai kawasan pendidikan terpadu yang modern dan inklusif.
Adapun fasilitas yang dibangun meliputi gedung sekolah untuk jenjang SD, SMP, dan SMA, asrama pelajar, hunian vertikal bagi guru, gedung serbaguna, kantin, dapur, lapangan mini soccer, lapangan upacara, serta bangunan utilitas MEP. Seluruh bangunan dirancang dua lantai guna mengoptimalkan fungsi ruang serta efisiensi lahan. Program Sekolah Rakyat yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto menjadi bagian dari implementasi Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 8 Tahun 2025 tentang Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem. Pendidikan ditempatkan sebagai fondasi intervensi jangka panjang untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi.

Brantas Abipraya terlibat dalam pembangunan Sekolah Rakyat di Sulawesi Tenggara, Kalimantan Selatan, Lampung, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Sulawesi Utara. Ketujuh titik tersebut merupakan bagian dari target nasional sebanyak 200 unit Sekolah Rakyat yang dibangun secara bertahap dengan jenjang SMP, SMA, dan Sekolah Rakyat Terintegrasi. Melalui pembangunan Sekolah Rakyat ini, Brantas Abipraya kembali menegaskan perannya sebagai BUMN konstruksi yang tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga turut berkontribusi dalam mendukung program strategis pemerintah demi kemajuan bangsa.

“Peran Brantas Abipraya bukan hanya membangun fisik gedung, tetapi memastikan infrastruktur dasar, aksesibilitas, dan kualitas konstruksi mendukung keberlanjutan operasional sekolah dalam jangka panjang. Dalam pembangunannya, Kami menerapkan standar mutu, ketepatan waktu, serta keselamatan kerja dalam setiap tahapan pembangunan,” tutup Agung Fajarwanto, Direktur Utama Brantas Abipraya.
