Optimalisasi STBM, Brantas Abipraya Wujudkan Sanitasi Sehat di Cipinang Cempedak
Jakarta, 29 Agustus 2025 – PT Brantas Abipraya (Persero), BUMN konstruksi yang dikenal dengan berbagai infrastruktur nasional nya, kembali menegaskan kepeduliannya kepada masyarakat melalui program Tanggung Jawab Sosial (TJSL) dengan menjalankan program “Abipraya Sehat” yang fokus pada peningkatan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) di Kelurahan Cipinang Cempedak, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur.

PT Brantas Abipraya (Persero), menegaskan kepeduliannya kepada masyarakat melalui program “Abipraya Sehat” yang fokus pada peningkatan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).
“Melalui program ini, kami ingin membantu mewujudkan Cipinang Cempedak sebagai kawasan ODF (Open Defecation Free). Harapannya, kesehatan masyarakat bisa terus meningkat.” ungkap Dian Sovana, Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya.
Diresmikan pada Juli 2025, program peningkatan STBM ini hadir bukan hanya untuk membangun jamban sehat dan sistem septik tarik, tetapi juga untuk mendorong masyarakat lebih sadar untuk menjaga kebersihan lingkungan. Langkah tersebut sekaligus mendukung misi Asta Cita Presiden Prabowo dalam memperkuat kualitas kesehatan masyarakat.
Tidak berhenti di tahap peresmian, Brantas Abipraya bersama pihak Kelurahan juga menggelar rapat Koordinasi tindak lanjut hasil sosialisasi dan Pemicuan STBM pada 14 Agustus 2025. Pertemuan ini bertujuan untuk meninjau dampak yang sudah dirasakan warga sekaligus menyerap masukan agar kebermanfaatannya bisa terus berlanjut dan diperluas.

Rapat koordinasi digelar Brantas Abipraya bersama pihak Kelurahan Cipinang Cempedak, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur.
Lewat pembangunan 17 tangki septik pribadi, 2 tagki komunal, serta revitalisasi 1 WC umum. Program ini langsung dirasakan oleh 10 KK dan berhasil mengurangi pembuangan limbah rumah tangga ke sungai sebanyak 30 KK. Prosesnya pun melibakan partisipasi masyarakat, tim PPSU, serta dukungan penuh dari pihak Kelurahan sehingga terwujud kolaborasi nyata.
Sistem septik yang digunakan juga unggul karena hemat lahan, kuat, dan dapat diselesaikan hanya dalam kurun waktu 3-4 hari per unit. Bukti nyata tersebut sekaligus mendukung target pembangunan sanitasi nasional serta pencapaian 2 Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu SDGs 3 terkait kesehatan dan kesejahteraan yang baik dan SDGs 6 tentang air bersih dan sanitasi.

Program peningkatan STBM ini hadir untuk membangun jamban sehat dan sistem septik tarik, serta endorong masyarakat lebih sadar untuk menjaga kebersihan lingkungan.
Selain itu, sebagai bentuk komitmen nyata terhadap kesehatan lingkungan, Brantas Abipraya berhasil meraih Derap Kerja Sama Jakarta (DKJ) Award 2025. Penghargaan ini menjadi upaya perusahaan dalam meningkatkan kualitas sanitasi dan kesehatan masyarakat di lingkungan sekitar mendapatkan apresiasi di tingkat nasional.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung juga memberikan dukungan penuh terhadap program kesehatan STBM, saat ajang DKJ 2025 pada Juli lalu, beliau menyampaikan harapannya melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat, program ini dapat mengubah perilaku hygiene dan sanitasi masyarakat, sejalan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan kesehatan serta menciptakan lingkungan yang lebih sehat.
“Program STBM bukan hanya soal membangun fasilitas sanitasi, melainkan juga mengubah perilaku hidup sehat masyarakat secara berkelanjutan. Kami percaya, lingkungan yang bersih akan melahirkan generasi yang maju di masa depan,” tutup Dian Sovana, Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya.