Bantu Korban Gempa Aceh, Abipraya Kebut Pembangunan Kelas Sementara

Rabu, 04 Januari 2017


Pasca-gempa di Pidie Jaya, Aceh, PT Brantas Abipraya (Persero) dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus bahu membahu membantu pembangunan infrastruktur di lokasi gempa. Seperti yang dikerjakan Abipraya yaitu membangun sarana belajar semi permanen untuk para korban dan ditargetkan selesai pada awal Februari 2017.

“Kami kebut pengerjaan proyek ini, dikerjakan mulai akhir Desember 2016 untuk membangun 21 ruang kelas sementara,” ujar Dynna Tiara Kamil-Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya.

Dynna menambahkan, setelah seluruh bangunan kelas yang tiap ruangannya seluas 7,2 x 8,4 meter persegi ini selesai, Abipraya akan melanjutkan dengan membangun sekolah permanen sistem RISHA (Rumah Instan Sederhana Sehat). Sebelumnya, pasca-bencana gempa dan tsunami yang terjadi di Aceh 2004 silam, Kementerian PUPR pada waktu itu juga menggunakan teknologi RISHA dalam rekonstruksi bangunan rusak. Terbukti, hingga saat ini bangunan tersebut masih dalam kondisi baik.

Memberikan yang terbaik pada setiap karyanya, Abipraya optimis akan memeberikan kenyamanan untuk para siswa saat belajar di gedung sekolah yang baru nanti. Hal ini sangat penting, karena hingga hari ini tercatat sebanyak 92 sekolah rusak dengan 22 sekolah mengalami kerusakan berat dan mengingat bahwa proses belajar mengajar akan dimulai.

Tak hanya membantu membangun kembali infrastruktur dengan rekonstruksi bangunan sekolah di SMKN 1 Bandar Dua Uegle di Pidie Aceh, sebelumnya Brantas Abipraya telah mengirimkan bantuan berupa satu tim tenaga medis dan satu unit ambulans, bantuan alat berat seperti satu unit Excavator Breaker dan dua unit Dump Truck, serta sembako.

“Kami berharap dengan apa yang telah kami berikan ini dapat meringankan beban saudara-saudara yang tertimpa bencana,” tutup Dynna.