Tim Asesor KPKU Sambangi Bendungan Ciawi Garapan Brantas Abipraya

07 Mei 2019


Proses Asesmen Kriteria Penilaian Kinerja Unggul (KPKU) di PT Brantas Abipraya (Persero) telah usai pada Jumat (3/5) lalu. Kegiatan yang berlangsung selama lima hari sejak Senin (29/4) tersebut merupakan agenda rutin di setiap Badan Usaha Milik Negara (BUMN) saban tahun.

Pertemuan penutup yang berlangsung di kantor pusat PT Brantas Abipraya (Persero), Cawang, Jakarta Timur tersebut dihadiri oleh seluruh jajaran Direksi, para pejabat Eselon I, serta tim asesor. Pertemuan yang berlangsung singkat tersebut berakhir pada pukul 15.00 WIB.

Tim asesor yang diketuai oleh Tipluk Teguh Rahayu (ex PT Sucofindo) dan beranggotakan Andi Eko Kristus (ex PT Inti), Hadi Suroso dari PT Pal Indonesia, serta Aries Zuswana dan Maruji Ranta dari PT Brantas Abipraya (Persero) juga berkesempatan menyambangi Bendungan Ciawi pada Rabu (1/5) lalu.

Tim asesor KPKU tengah meninjau kondisi Bendungan Ciawi pada Rabu (1/5) lalu. (dok. Brantas Abipraya)

Tim asesor KPKU tengah meninjau kondisi Bendungan Ciawi pada Rabu (1/5) lalu. (dok. Brantas Abipraya)

Bendungan tipe Dry Dam garapan PT Brantas Abipraya (Persero) tersebut dibangun pada lahan seluas 78,35 hektar. Bendungan yang memiliki kapasitas sebesar 6,05 juta meter kubik ini diharapkan dapat mengurangi debit banjir sebesar 111,75 meter kubik per detik.

Pogram asesmen KPKU pada segenap Badan Usaha Milik Negara (BUMN) telah berlangsung sejak 2012. Asesmen tersebut dilakukan sesuai dengan kebijakan dari Kementerian BUMN. Kebijakan KPKU BUMN merupakan salah satu strategi inisiatif Kementerian BUMN utamanya melalui perbaikan dan peningkatan kinerja secara sistematik dan berkelanjutan menuju kinerja kelas dunia.

Tim asesor KPKU bersama Insan Abipraya yang menangani pembangunan Bendungan Ciawi. (dok. Brantas Abipraya)

Tim asesor KPKU bersama Insan Abipraya yang menangani pembangunan Bendungan Ciawi. (dok. Brantas Abipraya)

Selain sebagai self-assesment, KPKU sendiri berperan sebagai referensi pengelolaan perusahaan berkinerja unggul. Diharapkan mampu memperbaiki kapabilitas perusahaan. Asesmen yang dilakukan bertujuan memotret kinerja organisasi secara holsitik dari sisi proses maupun hasil serta memberikan umpan balik yang bisa ditindaklanjuti bagi peningkatan kinerja organisasi.

Kriteria penilaian KPKU terbagi menjadi dua yakni proses dan hasil. Enam poin penilaian dari segi proses ialah kepemimpinan, strategi, pelanggan, tenaga kerja, operasional, serta pengukuran, analisis dan manajemen pengetahuan.