TAHAP AKHIR FLYOVER STS PERMATA HIJAU

11 Desember 2015


Jakarta - Pembangunan flyover atau jalan layang Permata Hijau yang melintang di atas jalur kereta api telah memasuki tahap akhir. Potongan beton terakhir jembatan ini telah dipasang untuk menyambung dua sisi jembatan yang menghubungkan Permata Hijau menuju Senayan, pada Kamis malam (12/11/2015)

"Di antara infrastruktur lain yang dibangun bersamaan tahun ini, proyek ini yang paling cepat perkembangannya. Malam ini sudah kita pasang box girder (potongan beton) terakhir. Dengan ini progress-nya sudah 92%," ujar Direktur Utama PT Brantas Abipraya Bambang E Marsono, Jumat (13/11/2015).

Ia menjelaskan, setelah pemasangan box girder ini pekerjaan selanjutnya adalah melakukan pengecoran rongga atau gap sepanjang 1 meter yang menghubungkan dua sisi jembatan.

Setelah itu, baru penyelesaian akhir seperti pengaspalan serta pemasangan accessories jembatan berupa marka jalan, rambu dan lampu penerangan. "Kalau itu semua sudah, kita siap operasi. Target kita 15 Desember 2015," sambungnya.

Jalan layang sepanjang 533 meter ini dibangun dengan biaya Rp 131 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta. Jalan layang ini memiliki titik tertinggi 12 meter dari permukaan jalan di bawahnya.

Memiliki lebar 10 meter yang terdiri dari badan jalan 2x3,7 meter berupa jalan dua lajur dua arah lengkap dengan trotoar jalan masing-masing 1 meter di sisi kanan kiri yang diperuntukkan bagi pejalan kaki. Selain itu, memiliki titik tertinggi 7,5 meter.

"Lebarnya kami buat 10 meter," kata dia. Dengan lebar itu, akan dibuat dua jalur yang mengarah ke Permata Hijau dan ke Patal Senayan. "Masing-masing sekitar 3,7 meter."

Keberadaan jalan layang ini, kata dia, sangat penting karena dapat memudahkan perjalanan dari arah permata hijau menuju senayan yang selama ini harus melintas jalur kereta api.

"Kalau jam sibuk di sini macet sekali. Karena selain perempatan, kendaraan dari arah permata hijau juga harus antre bergantian jalan dengan kereta yang melintas hampir setiap 10 menit sekali. Jadi ini akan sangat menolong," pungkasnya.

Sisanya, akan dibuat trotoar untuk pejalan kaki yang akan menuju atau dari Permata Hijau. "Jadi semua akan lewat sini. Di bawah steril untuk dilalui," ujarnya. Kemungkinan akan dipasang semacam barrier yang menunjukkan pengguna jalan tak boleh lagi melalui persimpangan dekat perlintasan KA itu.
Dalam pembangunan ini PT Brantas Abipraya bekerjasama dengan PT Multi Structure dan PT Lampiri Djaya Abadi.