Sokong Program Kementerian PUPR, Abipraya Gelar Uji Sertfikasi Keterampilan Personil Proyek

02 Agustus 2017


Surabaya, 2 Agustus 2017 – Sebagai salah satu upaya Brantas Abipraya mewujudkan Insan Abipraya yang profesional dan andal, Perusahaan konstruksi milik negara ini menggandeng Balai Material dan Peralatan Konstruksi Kementerian  Pekerjaam Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Balai Jasa Konstruksi Wilayah IV Surabaya Kementerian PUPR serta LPJK Jawa Timur untuk menggelar uji sertifikasi personil proyeknya di wilayah Jawa Timur di Proyek Rumah Susun Keputih, Surabaya.

Abipraya berkomitmen untuk mendukung sepenuhnya percepatan program Sertifikasi ini, kami menginisiasi program Sertifikasi Keterampilan baik untuk Insan Abipraya yang berstatus PKT (Pegawai Keahlian Tertentu), PK (Pegawai Kontrak Proyek) serta personil Bas Borong,” ujar Suradi, Direktur Keuangan dan SDM Brantas Abipraya.

Mempertegas penjelasannya, Suradi menambahkan bahwa dalam menghadapi persaingan global yang semakin sengit di industri konstruksi, Insan Abipraya harus mempersiapkan diri dan harus memiliki jaminan kompetensi dengan mengantongi sertifikasi ini.

Bukannya tanpa alasan hal ini pun sesuai dengan Metode Manajemen Satelit yang telah dirancang dalam RJPP oleh Perusahaan berplat merah ini. Hal ini dikarenakan 12 Januari 2017 lalu, undang-undang Jasa Konstruksi, Nomor 2 Tahun 2017 telah resmi disahkan. Pada pasal 70 di dalamnya terdapat peraturan terkait tenaga kerja konstruksi yang mengharuskan memiliki sertifikat ahli maupun terampil. Sertifikat sebagaimana dimaksud, diperoleh melalui uji kompetensi sesuai dengan Standar Kompetensi Kerja. Dimana Pelaksanaanya dilakukan oleh lembaga sertifikasi profesi LPJK.

Diakui Suradi dalam menyikapi dinamika perubahan yang terus berlangsung di berbagai aspek kehidupan termasuk dalam bidang usaha, khususnya bidang jasa konstruksi, sangatlah diperlukan untuk meningkatkan kemampuan setiap pelaku jasa konstruksi.

Kegiatan ini pun diikuti sebanyak 350 orang tenaga konstruksi Abipraya dengan beberapa bidang pekerjaan, yaitu Pengawas, Pelaksana, Operator, Mekanik, Juru Ukur, Juru Gambar, Mandor dan Tukang. Tak hanya dilakukan di Surabaya, uji sertifikasi ini akan dilakukan dalam 8 tahap. Setelah Jawa Timur, area DKI Jakarta, Jabar, Banten dipilih sebagai tahap ke-II; dilanjutkan area Jawa Tengah, Jogjakarta (Tahap III); area Kalimantan (Tahap IV); area Sumatera Utara, Banda Aceh (Tahap V); area Padang, Palembang, Bengkulu, Riau, Lampung (Tahap VI); area Sulawesi, Maluku (Tahap VII); dan ditutup di area Papua (Tahap VIII).

Dibuka oleh Direktur Jenderal Bina Konstruksi Yusid Toyib, “Semoga dengan adanya Uji Sertifikasi ini, kelak para Insan Abipraya menjadi semakin mumpuni dengan peningkatan keahlian, produktifitas dan kehandalannya,” tandas Suradi.