Satu lagi karya terbaik Abipraya telah diresmikan Gubernur Papua

05 Agustus 2019


Gubernur Papua Lukas Enembe meresmikan Gedung II Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP) berlantai 15  yang ditandai dengan penandatanganan prasasti di Jayapura.

"Pembangunan Gedung II Kantor DPR sudah direncanakan sejak keanggotaan wakil rakyat dua periode sebelumnya, namun harapan serta cita-cita tersebut baru dapat terlaksana dengan pembangunan yang dimulai sejak 2016," kata Lukas di Jayapura, Kamis.

Peresmian gedung wakil rakyat tersebut dilaksanakan bersamaan dengan mess Kantor DPR, Jalan Ring Road Hamadi-Skyland dan peluncuran maskot serta logo PON XX pada 2020 di Provinsi Papua.

Menurut Lukas, anggota DPR dua periode silam berkeinginan memiliki gedung rakyat megah, dan pihaknya menyetujui pembangunan tersebut lantas mengajak semua kepala suku menggelar pelepasan adat, dengan harapan semua orang dapat melihat gedung megah serta modern yakni gedungnya rakyat.

Senada dengan Lukas Enembe, Ketua DPR Yunus Wonda mengatakan pembangunan gedung DPR Papua dilakukan setelah mendapat persetujuan dari Pemerintah Provinsi Papua, di mana gedung lama dinilai tidak representatif lagi, seiring dengan bertambahnya jumlah anggota DPR Papua dari periode ke periode.

"Gedung DPR Papua sudah berusia 21 tahun sejak pembangunan 2008 di mana gedung tersebut didesain dengan kapasitas 45 anggota dewan, oleh sebab itu, dengan jumlah anggota dewan saat ini sebanyak 69 orang maka diperlukan satu gedung baru agar bisa menjalankan tugas serta fungsi secara optimal dan lebih baik lagi," katanya.

Berdasarkan laporan Sekretaris Dewan Juliana Waromi, gedung 15 lantai DPR Papua dibangun sejak 2016 dengan dua kali tahap pembangunan dan memiliki landasan helipad di lantai paling atas ini menghabiskan anggaran Rp222.648.127.211 dengan rincian penggunaan tahap pertama penyelesaian pekerjaan fondasi serta struktur lantai 1-7 sebesar Rp72.455.518.000 yang dikerjakan oleh PT Waskita Karya.



Selanjutnya pembangunan tahap II, penyelesaian struktur lantai 7-14 plus helipad, arsitektur, medical electrical sebesar Rp150.192.609.211 yang dikerjakan oleh PT Brantas Abipraya, di mana dalam areal gedung DPR juga dibangun lahan parkir seluar 3.960 meter persegi dengan daya tampung 500 kendaraan roda empat, pengerjaan lahan parkir tersebut menghabiskan anggaran Rp18.880.192.892 sehingga dari total kebutuhan dana hingga tahap akhir sebesar Rp55.334.457.549.