PUPR Resmikan Pasa Ateh Bukittingi, Besutan Brantas Abipraya

22 Juni 2020


Bukittinggi, 22 Juni 2020 - Wakil Menteri (Wamen) Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Jhon Wempi Wetipo meresmikan Pasa Ateh (Pasar Atas) Bukittinggi secara virtual melalui telekonferensi pada Kamis 18 Juni 2020. PT Brantas Abipraya (Persero) atau yang dikenal dengan salah satu perusahaan konstruksi milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini yang diberikan tugas untuk melakukan rekonstruksi pasar ini sehingga menjadi bangunan yang aman, nyaman, bersih, tertata, dan lebih estetis (tidak kumuh) menjadi tempat perdagangan masyarakat di Bukittinggi.

“Pasar merupakan ujung tombak aktivitas perdagangan dan sekaligus penggerak ekonomi rakyat. Pasa Ateh memiliki peranan yang penting bagi perekonomian masyarakat Kota Bukittinggi. Selain itu Pasa Ateh juga memiliki nilai sejarah karena Bukittinggi pernah menjadi Ibu Kota sementara Republik Indonesia,” kata Wempi dilansir dari laman resmi Kementerian PUPR, Minggu, 21 Juni 2020.

Sebelumnya, kondisi sarana dan prasarana Pasa Ateh Bukittinggi ini kurang optimal dan mengalami beberapa kali kebakaran. Kebakaran terakhir yang menghanguskan ratusan kios di dalamnya terjadi pada Oktober 2017. Presiden Joko Widodo memerintahkan Kementerian PUPR untuk merekonstruksi Pasa Ateh Bukittinggi pada Sidang Kabinet Paripurna tanggal 18 Juli 2018 yang pelaksanaannya diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 64 Tahun 2018.

Rekonstruksi yang dilakukan Abipraya pada Pasa Ateh Bukittinggi ini dengan mendirikan empat lantai dan 1 basement dengan luas total 39.720 m2. Lantai dasar terdiri dari 257 kios, lantai 1 terdiri dari 278 kios, lantai 2 terdiri dari 276 kios, lantai 3 terdiri dari 24 kios dan area foodcourt. Pasa Ateh Bukittinggi juga dilengkapi dengan sejumlah fasilitas seperti area parkir, toilet umum dan toilet untuk difabel, musholla, lift dan eskalator. Bahkan bagi pedagang dan pembeli yang masih menyusui dapat beraktifitas di pasar ini dengan santai dan nyaman di sini karena tersedia ruang untuk ibu menyusui.

Dalam proses pembangunannya kembali, Pasa Ateh didesain dengan konsep green building sehingga sirkulasi udara di dalam pasar menjadi lebih baik. Hal ini pun membuat pasar ini tidak lagi memerlukan pendingin ruangan yang membuatnya menjadi pasar hemat energi. Konsep green building juga diterapkan dalam pelaksanaan konstruksinya yang mengacu pada Peraturan Menteri PUPR Nomor 02/PRT/M/2015 tentang Bangunan Gedung Hijau. Dalam masa pembangunan, Brantas Abipraya berkomitmen menerapkan prinsip ramah lingkungan. Komitmen ini dibuktikan dengan pemilihan material bangunan ramah lingkungan, pengelolaan limbah konstruksi yang baik serta konservasi air dan energi.

Mulai dipugar pada 21 Agustus 2018, Pasa Ateh Bukittinggi, pasar ini akan memberikan dampak yang luar biasa bagi perekonomian Bukittinggi karena Pasa Ateh ini adalah salah satu magnet yang menarik wisatawan. Bambang E. Marsono selaku Direktur Utama Brantas Abipraya mengatakan bahwa Pasa Ateh bukan hanya pusat perdagangan, tetapi juga destinasi wisata belanja yang berlokasi strategis di jantung kota dan lokasinya pun langsung berhadapan dengan Kawasan Jam Gadang.