PERLUAS BISNIS, BRANTAS ABIPRAYA BANGUN BRAND IMAGE

11 Juni 2015


Jakarta, 11 Juni 2015 - Bila mendengar kata Brantas yang paling teringat adalah sebuah sungai di wilayah Jawa Timur. Tidak salah, karena perusahaan konstruksi Brantas Abipraya didirkan sebagai hasil pemekaran dari Proyek Induk Pengembangan Wilayah Sungai Kali Brantas, yang lebih dikenal dengan sebutan Proyek Brantas.
 
Saat ini Brantas Abipraya sedang membangun brand image baru. "Awalnya hal ini sempat ditentang oleh para petinggi-petinggi kami sebelumnya," ujar Sudi Wantoko, Direktur Brantas Abipraya. Mseki sempat ditentang langkah ini akhirnya terus berjalan. Tidak hanya sekedar merubah logo dan slogan, Brantas Abipraya juga mengembangkan fokus dari perusahaan.
 
"Tidaklah mudah dalam membangun brand image. Kami ingin ketika melakukan brand image, orang menjadi merasakan merek tersebut," tambah Sudi.
 
Sebelumnya brand image Brantas identik dengan kata air yang mengacu pada Sungai Brantas di Jawa Timur yang merupakan proyek pertama dari Brantas Abipraya. Sehingga, proyek-proyeknya masih berkisaran pada air seperti waduk, bendungan, jembatan, normalisasi kali. Berangkat dari situ akhirnya Brantas Abipraya berubah untuk terus mengembangkan bisnis di luar konstruksi dan memperbesar market share.
 
Secara logo tidak ada perubahan, hanya saja kata Brantas yang tercantum di bawah logo berubah menjadi kata Abipraya. Abipraya sendiri berasal dari bahasa sanskerta yang berarti semangat. Fokus pekerjaan juga tidak hanya sebagai kontraktor namun mengarah dari hulu hingga hilir dengan beragam anak perusahaan. Dengan brand image yang baru ini Brantas Abipraya mengembangkan bisnis portofolionya pada sektor konstruksi, pabrik, dan investasi.
 
"Dengan image baru ini kami ingin membangun sebuah value dan budaya didalam perusahaan kami," imbuh Sudi.
Sebagai bukti dari perluasan fokus bisnis, Brantas Abipraya akan memulai pembangunan rumah susun sederhana sewa di Jawa Tengah. Pembangunan rusunawa tersebut juga sebagai realisasi dari rencana Presiden Joko Widodo yang mencanangkan pembangunan 10.000 rusunawa di 14 Provinsi di Indonesia untuk perumahan para buruh pabrik. (Sumber: Majalah Marketeers)