PEMBANGUNAN BENTANG TENGAH FLY OVER PERMATA HIJAU MULAI DIKERJAKAN

01 April 2016


WARTA KOTA, KEBAYORANLAMA - ‎Pengerjaan pembangunan fly over Permata Hijau, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Rabu (2/9) terus dikebut.

Apalagi, alat dari Tiongkok yaitu Spesial Lifter yang mengangkut potong box girder di perlintasan rel kereta api antara Jalan Permata Hijau dan Jalan Patal Senayan.

Kepala Seksi‎ Simpang Tak Sebidang Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Hananto Krisna yang meninjau pembangunan fly over Permata Hijau menuturkan bahwa saat ini sedang dilakukan konstruksi pembangunan bentang tengah yang berada di perlintasan kereta api.

Saat ini pihaknya sedang menunggu izin dari PT Kereta Api Daops 1 untuk proses pemasangan box girder yang sepanjang 200 meter di atas rel kereta api.

"Kami sedang kordinasi dengan PT KAI Daops 1 untuk window time pelaksanaan pengerjaan bentang tengah. Karena pengerjaan itu tidak bisa dikerjakan pada jam sibuk atau pas kereta lewat. Jadi kerjanya dari pukul 00.00 WIB sampai 04.00 WIB," kata Hananto, Rabu (2/9).

Menurutnya perlintasan kereta di Permata Hijau dan Patal Senayan nantinya akan dipagari setelah fly over Permata Hijau resmi digunakan atau dengan kata lain tidak ada lagi pintu perlintasan.

Pasalnya, syarat untuk membangun fly over di simpang tak sebidang dari Dirjen Kereta Api Kementerian Perhubungan RI adalah menutup pintu perlintasan kereta api.

"Konstruksi jembatan di atas rel kereta api akan mulai dikerjakan mulai awal September‎ ini," tuturnya.

Untuk penutupan pintu perlintasan rel kereta api merupakan wewenang dari Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta. Karena perlu adanya sosialisasi kepada warga seperti spanduk-spanduk serta rambu-rambu lalu lintas.

"Kami terus kordinasi dengan Dishub karena pintu perlintasan akan ditutup secara permanen dengan cara dipagari. Jadi tidak ada lagi pintu perlintasan," kata dia.

Saat ini perkembangan pembangunan fly over Permata Hijau sudah 66,59 persen dari rencana 42,33 persen. Semua pilar dan kolom (tiang penyangga) sudah berdiri tegak. Sebanyak 135 box girder sudah diproduksi dan tinggal menunggu didistribusikan.

"63 buah box girder sudah mulai diangkat. Untuk sisanya menggunakan spesial lifter alat dari Tiongkok. Saat ini sedang diuji coba pengangkatan box girdernya dengan special lifter. Karena kami utamakan keselamatan," ucapnya.

Special Lifter Tiba Awal Agustus

Sementara itu, Doddy, ‎Kepala Proyek dari tiga kontraktor yaitu PT Lampiri Djaya Abadi, PT Multi Structure dan PT Brantas Abipraya menuturkan special lifter sudah mulai didatangkan sejak awal Agustus 2015. Dan saat ini sudah mulai dilakukan pengerjaan untuk pengangkutan box girder untuk bentang tengah.
 
"Kita tidak menaikkan box girder dari bawah, tapi ditarik dari tepi menggunakan alat special lifter. Sudah satu box girder untuk bentang tengah di perlintasan kereta api sudah diangkat," tuturnya.
Pihaknya juga telah menyediakan puteran balik bagi para pengendara kalau memang akan terjadi penutupan di perlintasan kereta api.
 
Tepatnya, di dekat pilar di Permata Hijau. Saat ini, pihaknya juga sedang melakukan pelebaran jalan di daerah Patal Senayan. Sehingga, traffic lalu lintas agak sedikit bermasalah.

"Memang perlu adanya rekayasa lalu lintas. Karena dari Jalan Tentara Pelajar begitu masuk ke Patal Senayan disebarkan sekitar 200 meter di jalur sebelah kanan," tuturnya.
 
Kordinasi Dengan Polda Metro Jaya

Dihubungi secara terpisah, Kasiop Dishubtrans Jakarta Selatan Banjar Nahor menuturkan proses penutupan perlintasan kereta api saat pembangunan sudah dikoordinasikan dengan pihak Polda Metro Jaya. Oleh sebab itu, pihaknya menunggu arahan dari pihak Polda Metro Jaya untuk pengaturan arus lalu lintas.
"Itu kan memang akan ditutup pintu perlintasan kereta apinya. Tapi, kita menunggu dan terus berkoordinasi dengan pihak Polda Metro Jaya," ungkap Nahor.

Perlu diketahui, pembangunan fly over Permata Hijau sendiri menghabiskan anggaran dari APBD DKI 2015 sebesar Rp 131 miliar. Untuk panjang dari fly over itu direncanakan 533 meter dengan lebar 10 meter.‎ Ditargetkan pada bulan Desember 2016, fly over Permata Hijau rampung dikerjakan.