Para Pembina QHSE BUMN Konstruksi Bersinergi Untuk Membentuk Forum QHSE BUMN Konstruksi Demi Indonesia Lebih Maju

17 Februari 2020


Dalam memperingati Bulan K3 Nasional 2020, para pembina QHSE dari 14 BUMN Konstruksi berkumpul dan mrnggagas ide untuk membentuk perkumpulan QHSE BUMN Konstruksi Indonesia yang mempunyai tujuan
mendukung peningkatan kesadaran K3 disemua proyek startegis nasional, meningkatkan koordinasi dengan para stakeholder yang terkait dengan K3, berperan aktif kepada semua pihak, praktisi, akademisi dalam  peningkatan sumber daya manusia yang berkelanjutan terutama untuk fokus K3.

Forum QHSE BUMN Konstruksi Indonesia yang diwakili
Ketua Umum : Bimo Prasetyo - WIKA
Wakil Ketum : Subkhan - WASKITA
Bendum : Lalu iqbal - ADHI
Wakil Bendum : Tri Wibowo - HK
Sekretaris 1 : Agni Syah S.P - PP
Sekretaris 2 : Ach Affandi - ADHI 
Kepala Divisi Advokasi, Legislasi dan Kesisteman : Pieter.S - PP
Kadiv Sertifikasi Dan Audit : Wahyu Herry - Abipraya

Tim telah melakukan roadshow dengan mengunjungi beberapa Pembina Forum QHSE BUMN Konstruksi yaitu Pembina QHSE Brantas Abipraya (Persero) Suradi, Pembina QHSE PT Adhi Karya (Persero) Tbk. Partha Sarathi, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. Danu Prijambodo, PT Waskita (Persero) Tbk. Fery dan Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI). 

Pada kesempatan itu Tim mendapatkan bsnyak masukan dan arahan dari Direktur Keuangan dan SDM PT Brantas Abipraya (Persero) Suradi dan Partha Sarathi dari PT Adhi Karya (Persero) Tbk. yang dimana harapan kedepannya Tim Forum QHSE mendapatkan dukungan dari para pembina QHSE BUMN Konstruksi lainnya untuk dapat melakukan pengukuhan secara resmi dan agar dapat memberikan yang terbaik untuk Negeri tercinta, Indonesia.
 

Berikut masukannya :

-  Suradi ( Brantas Abipraya )

1. Pembina sangat mendukung sekali dengan dibentuknya Forum QHSE BUMN dan hal ini dapat dijadikan sebagai wadah komunikasi dan sharing utk semua Perusahaan BUMN Konstruksi yang terdaftar sebagai anggota Forum QHSE BUMN Konstruksi Indonesia.

2. Pembina memberikan saran-saran strategis spt yg sdh dilakukan oleh Forum-Forum yg lain e.g FHCI, sbb:
- Disarankan Forum QHSE segera membuktikan / mewujudkan program2 startegis dimana program tersebut sebagai wujud kekompakan anggota Forum QHSE BUMN dan mempunyai manfaat besar utk anggota ataupun khalayak umum.
- Disarankan agar Forum segera membuat rekening atas nama forum yg akan digunakan sbg wadah resmi scr legal utk pengumpulan dana forum QHSE.
- Disarankan Forum segera menetapkan dan membentuk pusat kesekretariatan yg dijadikan sebagai pusat aktifitas & komunikasi melakukan kegiatan keorganisasian demi menunjang pelaksanaan tugas pokok organisasi agar dapat mencapai tujuan dengan baik.
- Disarankan melakukan konsolidasi dgn menemui Kementerian BUMN utk menjelaskan maksud dan tujuan Forum QHSE BUMN setelah poin2 penting diatas telah dipenuhi.
- Disarankan menunjuk Direktur Eksekutif/Tim Pelaksana Harian utk merancang program dan mewujudkan program2 Forum QHSE secara khusus dimana hal ini harus dimandatkan oleh semua anggota forum QHSE BUMN khususnya pengurus inti.

3. Pembina sangat setuju adanya forum ini dapat menjadi wadah pembelajaran QHSE lintas Perusahaan BUMN Konstruksi.

- Partha Sarathi (Adhi Karya)

1. Pembina mengharapkan Forum QHSE BUMN Konstruksi dapat bersinergi bersama stakeholder utk membuat standarisasi QHSE di proyek konatrukai melalui agenda evaluasi dan tinjauan kembali aturan HPS proyek yg ditetapkan oleh klien.

2. Forum QHSE BUMN harus segera mengambil langkah strategic / membuat program strategic dgn topik "Movement/Hijrah" spt :
-. Cross Audit yg dilaksanakan di proyek2 strategis/kritis BUMN Konstruksi sebagai terobosan utk peningkatan & standarisasi sistem QHSE BUMN shg dapat terwujud zero insiden dan zero defect dan menekan customer complaint.
-. Membuat sistem pelatihan terpadu sebagai metode peningkatan skill dan kompetensi bagi pekerja harian (tenaga kerja mandor) yg bekerja di proyek konstruksi shg tdk ada lagi insiden yg disebabkan oleh pekerja harian krn faktor unsafe action.
-. Membuat standar & codes utk QHSE spt yg sdh diterapkan oleh negara2 maju spt Jepang & Australia shg semua produk yg dihasilkan oleh Perusahaan BUMN Konstruksi memiliki kualitas dan standar kerja yang sama.

3. Pembina mengharapkan Forum QHSE memiliki sistem pengendalian komunikasi utk mencegah terjadinya viral pada saat Perusahaan mengalami insiden serius.

4. Pembina menyarankan Forum QHSE BUM utk merekrut tenaga kerja expert  dimana hal tersebut akan digunakan utk memberikan masukan kepada seluruh Perusahaan yg terdaftar sbg anggota forum QHSE selanjutnya utk fee-nya, Pembina menyarankan utk diadakan iuran atau sumbangan yg dibebankan kepada semua Perusahaan anggota Forum.

5. Pembina QHSE menyarankan kepada anggota Forum QHSE utk melakukan benchmarking standar utk melihat perkembangan QHSE di negara2 maju spt Jepang / Australia yg sudah konsisten menerapkan program QHSE dan standarnya telah dipakai di seluruh dunia. 

6. Pembina menyarankan Forum QHSE memanfaatkan teknologi /sistem digitalisasi utk menunjang kinerja Forum QHSE BUMN atau aplikasi QHSE Di Lap.