Mengintip Progres Bendungan Bintang Bano di Sumbawa

19 November 2017


Basuki Hadimuljono, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melakukan kunjungan kerja ke proyek Bendungan Bintang Bano di Kecamatan Brang Rea, Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat, Minggu (19/11). Dengan didampingi Bambang E. Marsono selaku Direktur Utama PT Brantas Abipraya (Persero), dalam kunjungan ini pun turut hadir Bupati Sumbawa Barat W. Musyafirin dan Wakil Bupati Fud Syaifuddin.

“Bendungan ini merupakah salah satu bendungan yang digarap Abipraya untuk mendukung program Nawa Cita pemerintahan Presiden Joko Widodo yang ditargetkan selesai pada akhir 2018,” ujar Bambang.

Bambang menambahkan bahwa Abipraya optimistis menyelesaikan proyek tepat waktu, hal ini dibuktikan dengan pencapaian progres konstruksi bendungan saat ini sudah 55,4 persen. Nantinya diharapkan bendungan ini dapat membantu pengendalian banjir ulangan periode 25 tahun sebesar 21,13 juta meter kubik di Taliwang dan menjadi sumber air baku sebesar 555 liter per detik.

Bukannya tanpa alasan, bendungan ini memiliki daya tampung air sebesar 65,84 juta meter kubik sehingga membuatnya menjadi bendungan terbesar di NTB dan dapat dimanfaatkan untuk menyuplai kebutuhan irigasi seluas 6.695 hektar. Tak hanya itu, warga Kabupaten Sumbawa Barat dan sekitar tak perlu lagi resah akan kekurangan pasokan listrik. Menambah kebolehannya bendungan ini juga memiliki manfaat lain sebagai pembangkit listrik minihidro sebesar 2 x 4,4 MegaWatt.

Bendungan Bintang Bano ini pun diyakini akan menggiatkan kembali sektor pariwisata di daerah Sumbawa, hal ini dikarenakan lokasinya yang menyuguhkan panorama alam yang indah.