Kunjungan Dirjen SDA ke Proyek Pembangunan Bendungansila

03 September 2019


Direktur Jenderal Sumber Daya Air (SDA) Hari Suprayogi kemarin (31/8) mengunjungi pelaksanaan pembangunan Bendungan Beringinsila. Kunjungan tersebut turut mendampingi Dirjen SDA yaitu Manager Operasi 1 Divisi Operasi 2 Anwar Khoiruddin. Pelaksanaan dibawah  Balai Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara I ini telah memasuki progress 5,8 % pada akhir Agustus 2019.

Bendungan yang berada di Sungai Brang Utan Desa Tengah, Kecamatan Utan, Kabupaten Sumbawa kurang lebih 60 KM arah Barat Kota Sumbawa Besar ini memiliki luas daerah irigasi existing seluas 2400 ha dengan besar intensitas tanam 97% dengan pola tanam padi, padi palawija dan palawija.

Berdasarkan laporan realisasi tanam Daerah Irigasi Beringin Sila, besarnya intesitas tanam dari pemberian irigasi masih rendah yakni sekitar 190% pertahun dengan masalah utama adalah kurangnya pemberian air irigasi pada saat musim kering (MT II dan MT III), sedangkan pada saat musim hujan (MT I) potensi aliran sungai Utan yang cukup besar. Disamping itu pengembangan areal irigasi di daerah hilir mempunyai potensi yang cukup luas.

Dari segi penyediaan air baku saat ini air baku untuk penduduk kecamatan Utan dikelola oleh PDAM dengan debit 20 l/det yang diambil dari saluran irigasi Beringin Sila. Debit untuk air baku tersebut tidak secara kontinyu tersedia, pada musim kering  debit untuk air baku berkurang, sebaliknya pada saat bajir debit untuk air baku tersebut bercampur dengan sedimen sehingga tidak layak untuk dikonsumsi oleh pelanggan PDAM.

Berdasarkan latar belakang tersebut pembangunan Bendungan Beringin Sila sangat diperlukan dalam rangka pengembangan infrastruktur irigasi untuk mendukung ketahanan pangan nasional dan penyediaan air baku di wilayah kecamatan Utan dan Kecamatan Buer.Sehingga berdasarkan kondisi tersebut diatas pembangunan Bendungan Beringin Sila ini sangat diperlukan untuk mengoptimalkan kebutuhan irigasi dan air baku di wilayah Kecamatan Utan dan Kecamatan Buer.

Nantinya bendungan ini akan memberikan banyak manfaat bagi masyarakat sekitar antara lain penyediaan irigasi existing 2400 ha dan pengembangan  1100 ha, penyediaan air baku 76 lt/dt, Energi listrik 2 x 350 kw, kemampuan untuk mereduksi banjir 90.37 m3/dt, pengembangan pariwisata dan perikanan tangkap serta sebagai tempat konservasi.