Fokus Kerjakan Modernisasi Irigasi Rentang, Brantas Abipraya Optimistis Rampung Tepat Waktu

29 April 2021


Indramayu, 29 April 2021 – PT Brantas Abipraya (Persero) merupakan Badan Usaha Milik Negara yang bergerak di bidang konstruksi, tengah fokus menyelesaikan proyek modernisasi saluran irigasi di wilayah Kabupaten Indramayu dan Majalengka atau dikenal dengan (Rentang Irrigation Modernization Project) RIMP LSS 05. Hal ini merupakan upaya Brantas Abipraya dalam mendukung Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang menggencarkan program ketahanan pangan melalui pembangunan infrastruktur. Melalui proyek RIMP LSS 05 yang sedang digarap BUMN konstruksi ini. Proyek ini pun ditargetkan selesai pada 14 Agustus 2023.

 

“Saat ini kami tengah melakukan pekerjaan pemasangan top saluran lining precast di Desa Pegedangan, Kecamatan Tukdana. Pekerjaan modernisasi saluran ini meliputi tahapan-tahapan pekerjaan antara lain: pemasangan pembesian saluran, bekisting, serta pengecoran slab dan LC (Lean Concrete), seperti saat ini dilaksanakan di saluran sekunder Cangko sepanjang, 1.230,60 meter,” ujar Candra Nata Maulana, selaku Project Manager Proyek RIMP LSS 05, Brantas Abipraya.

 

Ditambahkannya, proyek kini dilanjutkan di Desa Sukadana, yang proses pengerjaannya meliputi perbaikan fondasi dengan memasang gravel, pengecoran slab dan LC, pemasangan pembesian, juga bekisting di saluran sekunder Tukdana SS.B.TA 1 dan SS.B.TA 2 sepanjang 1.080 meter. Selain itu, beliau menjelaskan bahwa proyek di tepi saluran sekunder Bangodua juga dilakukan penguatan gravel, pemasangan lining precast, precast, capping finishing, dan merapikan tumpukan material tanah di pinggir saluran sekunder Bangodua.

 

Selanjutnya, sebagai upaya kewaspadaan meluapnya Sungai Cimanuk di Indramayu, tim proyek Abipraya di saluran sekunder Karanggetas juga tengah melakukan pengurasan saluran yang mengalami pendangkalan dan membuat pasangan bronjong batu sebagai perkuatan tanggul di Kali Cimanuk, Desa Karanggetas. Hal ini dilakukan agar dapat menahan arus yang berpotensi merusak tanggul dan dapat menyebabkan banjir sehingga bencana meluapnya air sungai pada awal tahun ini tidak terjadi lagi.

 

Sedangkan, pada modernisasi irigasi di Kabupaten Majalengka per April 2021, Brantas Abipraya kini berfokus dalam pemasangan saluran sekunder dengan tipikal U Flume di saluran sekunder sumber, sepanjang 1000 meter.

 

Sesuai dengan moto Brantas Abipraya yaitu Spirits for Giving the Best, perusahaan berplat merah ini selalu mengedepankan kualitas mutu, pelayanan dan K3L (Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lingkungan), khususnya saat pandemi Covid-19 melanda. Brantas Abipraya selalu memantau kesehatan para tenaga kerja di proyek, dan memprioritaskan penerapan protokol kesehatan yang dilakukan di proyek dengan disiplin.

 

Keseriusannya dalam menerapkan K3L di semua proyek yang sedang digarapnya ini mampu membawa Brantas Abipraya meraih penghargaan WSO Indonesia Safety Culture Awards (WISCA) dari World Safety Organization (WSO), sebagai perusahaan yang berkomitmen dan mengimplementasikan budaya keselamatan dan kesehatan kerja dan lingkungan (K3L) tingkat dunia, dengan sangat baik atau level 4 (silver) pada 3 Februari 2021 lalu. Melalui hasil survei dan observasi mendalam, level tersebut memperlihatkan bahwa Brantas Abipraya telah teruji sebagai perusahaan proaktif dan unggul dalam aspek safety, baik di lapangan, maupun di bagian administrasi.

 

”Semoga proyek ini dapat tuntas tepat waktu sesuai rencana dan manfaatnya dapat segera dirasakan masyarakat sekitar proyek,” tutup Candra.