Dukung Sertifikasi Pekerja Konstruksi, Abipraya Gelar Bimbingan Teknis Mahasiswa Se-Solo Raya

18 November 2019


PT Brantas Abipraya (Persero) bersama Direktorat Jenderal Bina Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan Balai Jasa Konstruksi Wilayah IV Surabaya menyelenggarakan bimbingan teknis K3 Konstruksi.

Acara yang juga digagas dengan menggandeng Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS) dan Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) ini juga akan memberikan Distance Learning (SIBIMA) Tenaga Ahli Muda K3 Konstruksi.

Selain UNS, sejumlah universitas terkemuka di Solo juga turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut, seperti, Universitas Surakarta, Universitas Muhammadiyah Surakarta, Universitas Sahid Surakarta, Universitas Setia Budi, Universitas Islam Batik, dan Universitas Slamet Riadi. Tak kurang dari 500 peserta tercatat sebagai partisipan.

Lewat keterangan tertulisnya, Direktur Keuangan dan SDM PT Brantas Abipraya (Persero) Suradi menyampaikan bahwa kegiatan yang berlangsung selama dua hari sejak Kamis (14/11) ini, merupakan realisasi dari Program Kemitraan dan Bina Lingkungan Abipraya.

“Kegiatan ini menyasar kepada pelajar berprestasi calon pekerja kontruksi tanpa dipungut biaya dengan persyaratan tertentu. Nantinya para mahasiswa ini akan siap mengikuti uji sertifikasi pekerja konstruksi yang diwajibkan untuk para pekerja,” ujarnya.

Suradi menambahkan, kegiatan ini sudah digelar untuk kedua kalinya. Sebelumnya, Abipraya juga telah menggelar kegiatan sertifikasi ini di Malang dengan melibatkan beberapa Universitas unggul se-Malang raya dengan mengikutsertakan mahasiswanya sebagai peserta.

Ajang tersebut dilaksanakan dalam rangka implementasi Undang-Undang nomor 2 tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi yang menyatakan setiap tenaga kerja konstruksi yang bekerja di bidang Jasa Konstruksi wajib memiliki Sertifikat Kompetensi Kerja.

Permasalahan K3 konstruksi seringkali menjadi penyebab banyaknya kecelakaan kerja seperti rendahnya pemahaman dan kepekaan terhadap bahaya dan risiko konstruksi. Kegiatan ini pula menjadi salah satu sosialisasi pentingnya tenaga kerja bersertifikat dan bertujuan untuk nantinya melindungi tenaga kerja nasional agar memiliki nilai tambah yaitu lebih berkompeten dan produktif.

“Peran mahasiswa sebagai penerus generasi konstruksi sangatlah penting, sehingga kami menginisiasi program bimbingan tersebut sekaligus pelatihan untuk Ahli K3 Konstruksi Muda ini agar mereka mampu bersaing dan siap menghadapi era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA),” imbuh Suradi.

Turut hadir pada pembukaan pelatihan, Kepala Balai Jasa Konstruksi Wilayah IV Kementerian PUPR Eddy Irwanto, Dekan Fakultas Teknik UNS Sholihin As’ad, Direktur Kerja Sama dan Pemberdayaan Kementerian PUPR Kimron Manik, Ketua LPJK Jawa Tengah Danang Atmojo, dan Kepala Balai Penerapan Teknologi Cakra Nagara.

“Sebagai BUMN konstruksi yang berperan menjadi agen pembangunan, di setiap proyek kami selalu mengutamakan mutu dan kualitas sehingga pelatihan dan bimbingan untuk menghadapi uji sertifikasi pekerja konstruksi ini sejalan dengan misi Abipraya dalam meminimalikan risiko terjadi kecelakaan kerja konstruksi atau kegagalan bangunan,” kata Suradi.