Brantas Abipraya Raih Zero Accident di Proyek Jaringan Irigasi DIY

12 Februari 2020


Perusahaan BUMN yang bergerak di bidang konstruksi, PT Brantas Abipraya (Persero), menerima penghargaan kecelakaan nihil (Zero Accident Award) dari Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta. Penghargaan ini diberikan karena Brantas Abipraya dinilai mampu menekan angka kecelakaan kerja.

Penghargaan Zero Accident tingkat Provinsi Yogyakarta itu diserahkan langsung oleh Sekretaris Daerah D.I Yogyakarta, Kadarmanta Baskara Aji. Manager QHSE Divisi Operasi 2 Brantas Abipraya, Slamet Haryono, mengatakan pencapaian ini tak lepas dari keberhasilan Abipraya dalam pelaksanaan program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

Terutama pada Proyek Peningkatan Jaringan Irigasi DI. Kalibawang, Kabupaten Kulon Progo. Proyek ini mulai dikerjakan Juli 2017 dan selesai pada akhir tahun 2019 lalu, sehingga mencapai 1.425.441 jam kerja orang tanpa kecelakaan kerja.

"Penghargaan ini adalah bukti komitmen kami untuk selalu mengedepannya keselamatan kerja. Selama pengerjaan proyek ini tidak ada pekerja Abipraya yang mengalami kecelakaan saat bekerja," ujar Slamet dalam keterangan tertulis, Jumat (7/2/2020).

Ia menambahkan bahwa keselamatan dan kesehatan kerja telah membudaya di lingkungan Brantas Abipraya, khususnya di proyek-proyek yang sedang digarap. Memperkuat keseriusannya dalam mengedepankan K3, Brantas Abipraya pun telah berhasil meraih penghargaan Zero Accident di beberapa proyek lainnya yang telah selesai dikerjakan di tahun yang sama.

Adapun proyek yang juga mendapatkan penghargaan Zero Accident salah satunya adalah Jaringan Irigasi Baliase di Sulawesi Selatan. Penghargaan Zero Accident ini pun diserahkan oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.

Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya, Miftakhul Anas, menuturkan bahwa sebagai salah satu kontraktor terdepan di Indonesia, suatu keharusan Abipraya untuk menyokong kesuksesan K3 di lingkungan sekitarnya. Selain di proyek-proyek karya Abipraya, hal ini terlihat juga dari kemantapan Abipraya dalam mempersenjatai Insannya dengan sertifikat K3.

"Kami (Abipraya) sangat mendukung percepatan program sertifikasi tenaga kerja konstruksi untuk meningkatkan pembangunan infrastruktur yang sangat gencar saat ini. Sebelumnya kami sudah melakukan uji sertifikasi di tahun 2017 untuk para pekerja konstruksi kami dengan menggandeng Kementerian PUPR," tutur Anas.

Ia menjelaskan, total dari 2014 Brantas Abipraya telah berhasil melakukan sertifikasi sebanyak 3.600 pekerja. Ia juga mengatakan bahwa Abipraya akan terus berkomitmen menyokong Kementerian PUPR untuk melakukan percepatan program sertifikasi ini.

Tak hanya itu, dengan menggandeng Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Bina Konstruksi dan Balai Jasa Konstruksi Wilayah IV Surabaya, Abipraya juga turut memberikan bimbingan teknis (Bimtek) K3 kepada calon pekerja konstruksi.

Pada 2019 lalu, sebanyak 500 mahasiswa calon pekerja konstruksi di Solo Raya mendapatkan Bimtek K3 Konstruksi di Kampus Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, dengan diikuti pelajar dari beberapa universitas yang tersebar di Solo raya. Sedangkan di 2018, Abipraya berhasil menggelar Bimtek K3 ini di Politeknik Negeri Malang (Polinema) dengan diikuti 1.000 peserta yang berasal dari beberapa universitas di Malang raya.