Brantas Abipraya Perelok Kawasan Kota Lama Semarang

30 Mei 2018


Semarang – PT Brantas Abipraya (Persero) bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melakukan penataan kawasan Kota Lama Semarang, Jawa tengah. Hal ini bertujuan mewujudkan kota Semarang menjadi kota pusaka yang layak huni dan berkelanjutan.

Dikerjakan sejak tahun 2017 kemarin, proyek dengan anggaran total Rp 156 miliar ini ditargetkan rampung akhir tahun 2018. Dengan demikian nantinya akan meningkatkan aktivitas pertumbuhan ekonomi yang ada di Semarang, salah satunya melalui wisata.

“Penataan dilakukan agar kawasan lebih tertata, nyaman dan bisa menjadi tujuan wisata. Selama ini, wisatawan yang datang ke Semarang lebih banyak memilih berkunjung ke wisata Candi Borobudur atau Pulau Karimunjawa,” ucap Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono saat berkunjung ke kawasan Kota Lama Semarang, kemarin (27/5/18).

Di kawasan Kota Lama Semarang dikenal memiliki bangunan bersejarah dengan arsitektur bergaya Eropa. Dulunya, kawasan ini pernah menjadi pusat pemerintahan dan pusat kegiatan perekonomian pada masa Hindia Belanda.

Menteri Basuki mengatakan dengan dilakukannya penataan kawasan ini nantinya akan dapat menata prasarana dan sarana kawasan. "Seperti utilitas saluran PDAM, kabel telfon dan listrik yang tidak tertata akan dibuat rapih melalui pemasangan Box Utility,” kata Basuki.

Nantinya Kawasan Kota Lama Semarang ini pun akan dilengkapi dengan fasilitas tambahan seperti tempat duduk panjang, tempat sampah, juga lampu penerangan jalan utama dan trotoar. Penataan lainnya meliputi pekerjaan jalan, dan perbaikan drainase, halte hingga 2 kolam retensi Berok dan Bubakan yang akan dipompa dialirkan menuju kali Semarang.

Dalam kunjungannya, Basuki berharap nantinya ini akan menjadi kawasan wisata yang bermanfaat dan dapat digunakan untuk Car Free Day, kuliner, maupun event berbasis budaya.

 

Sumber Foto: Biro Komunikasi Publik, Kementerian PUPR