Brantas Abipraya Mantapkan Komitmen Sokong Pengembangan EBT

04 Maret 2020


Pesisir Selatan, 26 Februari 2020 - PT Brantas Abipraya (Persero), perusahaan BUMN yang bergerak di bidang konstruksi ini menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) agar dapat mencapai  target 23% EBT pada bauran energi nasional tahun 2025 yang menjadi salah satu program pemerintah. Hal ini dibuktikan dengan peresmian Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) Sako-1 yang dibangun anak usaha Brantas Abipraya yaitu PT Brantas Energi melalui SPC (Special purpose company) PT Brantas Cakrawala Energi hari ini di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat.

“Ini merupakan sinergi BUMN (Badan Usaha Milik Negara). Melalui cucu usaha kami, berita acara COD (Commercial Operation Date)-nya sudah ditandatangani awal Januari lalu (2/1) oleh Brantas Cakrawala Energi dengan PT PLN (Persero) wilayah Sumbar,” ujar Bambang E. Marsono, Direktur Utama PT Brantas Abipraya (Persero).

Bambang menambahkan, PLTM Sako-1 yang konstruksinya selesai pada Desember 2019 ini sendiri, lanjut dia, memiliki kapasitas terpasang 2x3 Mega Watt (MW). Pembangkit ini akan menambah dukungan ketersediaan dan keandalan listrik bagi wilayah Kabupaten Pesisir Selatan dan sekitar. Tak hanya itu, diharapkan dengan adanya PLTM Sako-1 ini dapat memberikan manfaat lebih pada sumber daya alam setempat yang tidak menimbulkan polusi (water to wire technology). Hal ini pun yang menjadikan PLTM Sako-1 adalah investasi energi yang ramah lingkungan sehingga dapat menurunkan emisi karbon dalam isu global warming.

Pembangkit listrik yang lokasinya berada di Kabupaten Pesisir Selatan ini, diharapkan bakal menyokong pertumbuhan ekonomi regional. Bukannya tanpa alasan, Bambang mengatakan adanya PLTM milik Brantas Energi di sini dapat memberdayakan masyarakat setempat sebagai tenaga kerja sesuai kompetensi.

Semakin mantap berkontributif mendorong percepatan pengembangan EBT melalui Brantas Energi, PT Brantas Abipraya optimistis dapat terus aktif mendukung program pemerintah untuk merealisasikan program 35.000 MW. Dikatakan Bambang E. Marsono, anak usahanyanya yang bergerak di bidang investasi energi terbarukan, khususnya Hydro Power ini juga telah berhasil mengoperasikan tiga pembangkit listrik. Dalam kesempatan yang sama, Bambang juga menceritakan bahwa sebelum PLTM Sako-1, Brantas Energi juga telah berhasil mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Gorontalo yang berkapasitas 2MW dan PLTM Padang Guci di Bengkulu sebesar 3x2,0MW. 

Mempertegas posisinya sebagai salah satu kontraktor terdepan, juga sebagai BUMN konstruksi yang selalu hadir untuk negeri, Brantas Abipraya tunjukkan dengan keseriusannya menerangi pelosok negeri di beberapa wilayah lainnya seperti di Bengkulu yaitu PLTM Padang Guci 2 serta di Sulawesi Selatan yaitu PLTM Tangka dan PLTM Maiting Hulu. “Kesemuanya ini masih tahap konstruksi dan rencananya akan COD di triwulan III tahun ini dengan total kapasitas 21,5 MW,” pungkas Bambang.