Brantas Abipraya Gelar Opening Meeting Audit Survailen Sistem Manajemen Anti Suap

12 Agustus 2021


Jakarta, 12 Agustus 2021 - PT Brantas Abipraya (Persero) menggelar opening meeting dalam rangka penerapan Standar Manajemen Mutu ISO 37001:2016 tentang Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP). Acara yang diadakan secara virtual ini hadiri karyawan oleh jajaran Direksi Brantas Abipraya, Insan Abipraya yang terdiri dari para pejabat eselon I serta tim auditor.

Pada kegiatan ini, Sugeng Rochadi selaku Direktur Utama Brantas Abipraya menyampaikan arahannya bahwa sesuai dengan arahan Kementerian BUMN RI Nomor S-117/S.MBU/02/2020 tanggal 17 Februari 2020 perihal Sertifikasi ISO 37001:2016 Sistem Manajemen Penyuapan (SMAP) adalah hal yang harus diterapkan sebaik-baiknya, dikarenakan SMAP merupakan wujud kepatuhan  dalam menjalankan bisnis yang profesional dan juga adalah upaya kita untuk mendukung tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance).

“Seluruh Unit Kerja, Unit Bisnis harus selalu siap dan patuh menjalankan ISO terkait SMAP ini. Hal ini untuk mendukung Brantas Abipraya agar menjadi Perusahaan yang berintegritas tinggi dan bebas suap. Hal ini pun juga merupakan strategi kita sebagai bagian dari BUMN yang menjalankan budaya AKHLAK, yaitu AMANAH di mana di dalamnya terdapat nilai moral dan etika,” ujar Sugeng.

Sugeng  menambahkan, tiap individu, tiap Insan Abipraya dari lapisan atas hingga lapisan di bawahnya harus memastikan SMAP berjalan dengan baik. Tidak hanya itu, Sugeng juga berpesan mitra Abipraya juga perlu terus disosialisasikan akan hal ini agar mendapatkan pemahaman yang lengkap mengenai SMAP. Dimulai dari ruang lingkup, mencakup manfaat, hingga tahapan implementasinya. 

Penerapan budaya Tata Kelola Perusahaan yang baik di Brantas Abipraya juga harus dilakukan secara berkelanjutan dengan menerapkan budaya etika Perusahaan (Code of Conduct) baik untuk internal maupun eksternal. Sugeng berharap SMAP bukan sekadar desain pencegahan suap. “Ke depan, SMAP harus benar-benar menjadi habit atau kebiasaan, mentalitas dan perilaku Insan Abipraya sehar-hari. Tentu ini butuh dukungan semua lini. Dimulai dari top level management sebagai role model hingga ke bawah,” tutup Sugeng.