Bertolak ke Negeri Sakura, Jepang Minta Semangat Brantas Terus Berkibar

15 Juli 2017


Jepang, 15 Juli 2017 – Bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan beberapa BUMN Konstruksi lainnya, PT Brantas Abipraya (Persero) bertolak ke Jepang untuk meningkatkan hubungan kerjasama infrastruktur dari tanggal 13 Juli hingga 15 Juli 2017. Tak hanya bertemu dengan Pemerintahan Jepang, namun pada kunjungan ini Abipraya dan rombongan Kementerian juga bertemu dengan Japan International Cooperation Agency (JICA), investor potensial, serta mengunjungi beberapa proyek infrastruktur penting di Jepang seperti proyek Olimpiade dan Paralimpik 2020, Terowongan Kanda dan Yamate.

“Semoga hasil berkunjung ke Jepang ini Abipraya dapat membangun silaturahmi dan memperat persahabatan yang menguntungkan antara Indonesia dan Jepang,” ujar Bambang E. Marsono – Direktur Utama Brantas Abipraya.

Dalam pertemuan tersebut, Shigeru Kiyama, Penasehat Khusus Kabinet Perdana Menteri Jepang sangat bersemangat dan senang bertemu Brantas Abipraya. Hal ini tak terlepas dari kerinduannya saat Jepang dan Indonesia melakukan pembangunan wilayah Sungai Brantas pada 40 tahun lalu. Kerjasama dengan Negeri Matahari Terbit tersebut tak cuma sebatas membangun fisik infrastruktur, namun juga alih pengetahuan bagi ribuan insinyur Indonesia, lalu terbentuk PT Brantas Abipraya.

(Kiri-Kanan) Shigeru Kiyama - Penasehat Khusus Kabinet, Bambang E. Marsono - Direktur Utama PT Brantas Abipraya, Basuki Hadimuljono - Menteri PUPR

Diperkuat oleh rilis yang dikeluarkan Kementerian PUPR pada 16 Juli 2017, dikatakan bahwa proyek pembangunan wilayah Sungai Brantas ini telah memberi manfaat besar, salah satunya Sungai Brantas tak lagi meluap dan mengakibatkan banjir besar seperti kerap terjadi pada masa itu. Semua kerja keras untuk mewujudkan proyek tersebut menjadi dikenal sebagai Semangat Brantas yang menurut Shigeru Kiyama harus terus digelorakan.

Dalam kunjungannya ke Jepang kali ini, Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono menerima penghargaan International Lifetime Contribution Award 2017 dari Perhimpunan Insinyur Jepang. “Pak Basuki pantas mendapatkan penghargaan ini. Sumbangsihnya di dunia konstruksi Indonesia banyak sekali,” ujar Bambang.

Basuki Hadimuljono (kiri) saat menerima penghargaan International Lifetime Contribution Award 2017

Hal ini bukanlah tanpa alasan, kontribusi Basuki dalam dunia keinsinyuran semakin kuat semenjak dipilih oleh Presiden RI Joko Widodo pada tahun 2014 sebagai Menteri PUPR.