Bendungan Keureuto Karya Abipraya, Raih Penghargaan Zero Accident

01 Agustus 2022


Bendungan Keureuto yang sedang dikerjakan PT Brantas Abipraya (Persero) meraih penghargaan zero accident dari Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia. Badan Usaha Milik Negara yang bergerak di bidang konstruksi ini kembali menunjukkan prestasinya dalam membuktikan komitmen menjaga aspek keselamatan di lingkungan proyek. Penghargaan dalam menerapkan budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Proyek Bendungan Keureuto di Aceh Utara ini langsung diserahkan oleh Pejabat (Pj) Gubernur yang diwakilkan oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Keistimewaan Aceh, Sumberdaya Manusia dan Hubungan Kerjasama, Iskandar Syukri kepada Project Manager Proyek Bendungan Keureuto, Gea Fahmi Fahreza.

“Prestasi ini diraih berkat kolaborasi yang masif dari top manajemen hingga para Insan Abipraya di proyek dalam komitmen menjalankan K3 di lingkungan kerja khususnya di proyek, sehingga nihil kecelakaan kerja. Khususnya saat pandemik ini, bagaimana Perusahaan melakukan penanggulangan COVID-19,” ujar Miftakhul Anas, Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya.

 

Raihan ini sangat membanggakan, mengingat Brantas Abipraya baru saja meraih penghargaan serupa untuk Proyek Instalasi Pengolahan Air Limbah Jambi. Anas menambahkan, kekonsistenan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Karya ini dalam implementasi K3 sesuai standar nasional Peraturan Pemerintah (PP) nomor 50 tahun 2012 tentang Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja dan standar internasional ISO 45001 & 14001.

Dikenal sebagai champion infrastruktur air khususnya bendungan ini sangat serius dalam menerapkan budaya K3, hal ini dibuktikan dengan pelaksanaan Behavior Based Safety (BBS) baik di lingkungan kantor maupun proyek, apalagi pada masa pandemi saat ini. BBS merupakan upaya pencegahan Kecelakaan Kerja dan Penyakit Akibat Kerja yang berfokus pada perilaku berbahaya yang menyebabkan terganggunya proses produksi. Semoga dengan adanya penghargaan K3 ini dapat meningkatkan motivasi Insan Abipraya untuk dapat menerapkan K3 lebih baik lagi.

 

Sebagai tambahan informasi Bendungan Keureuto yang termasuk dalam salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN). Progres fisik bendungan yang berada di Kecamatan Paya Bakong, Aceh Utara tersebut ditargetkan selesai tahun depan, BUMN Karya ini pun optimis dapat merampungkan bendungan ini tahun depan. Bendungan Keureuto berkapasitas tampung 215,94 juta per meter kubik serta memiliki tampungan khusus banjir sekitar 30,39 juta meter kubik. Sehingga bendungan ini mampu mengurangi debit banjir sampai dengan periode ulang 50 tahun di kawasan Aceh Utara.

 

Bendungan Keureuto juga akan difungsikan untuk menyediakan air irigasi yang mampu mengairi lahan seluas 9.420 hektar. Sehingga dapat dipastikan kebutuhan air bagi masyarakat di sekitar Bendungan Keureuto dapat terpenuhi. Bukannya tanpa alasan, bendungan ini akan menyediakan air baku dengan kapasitas 0,5 meter kubik per detik. Dikatakan Anas, Brantas Abipraya di bendungan ini juga membangun beberapa fasilitas yang menjadi nilai tambah Bendungan Keureuto. Bendungan yang bakal menjadi bendungan terbesar di Sumatera ini nantinya juga dapat dimanfaatkan sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) berkapasitas 6,34 MW. Diharapkan dengan adanya bendungan ini dapat turut menyokong produktivitas irigasi di Aceh Utara dan sekitar.

 

“Proyek ini adalah salah satu bentuk upaya Brantas Abipraya dalam mendukung penuh apa yang menjadi komitmen Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), menyelesaikan 61 pembangunan bendungan pada periode 2014-2024. Dengan selalu memberikan yang terbaik Brantas Abipraya untuk selalu ada untuk Indonesia, berkontribusi dalam menangani krisis air yang menjadi tantangan global saat ini,” tutup Anas.