Bendung Sei Padang Rampung: Suplai Air Tiga Daerah Irigasi di Sumatera Utara Terjaga

30 Januari 2018


Jakarta, 30 Januari 2018 – Salah satu wujud komitmen PT Brantas Abipraya dalam mendukung program Nawa Cita Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, PT Brantas Abipraya telah menyelesaikan pembangunan Bendung Sei Padang di Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara.

“Melalui Ditjen SDA (Sumber Daya Air) Kementerian PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) kami membangun bendung ini bersama PT Wijaya Karya dalam KSO Wika – Brantas. Dan nantinya bendung ini akan menjamin suplai air irigasi bagi beberapa irigasi,” ujar Eka Prayitno-Project Manager Proyek Pembangunan Bendung Sei Padang PT Brantas Abipraya.

Memperkuat pernyataan Eka, secara kontinu beberapa daerah irigasi yang bakal mendapatkan persediaan air dari Bendung ini yakni Paya Lombang, Langgau dan Bajayu dengan luas sebesar 7.558 ha. 

Dari rilis yang dikeluarkan oleh Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR dikatakan bahwa dengan jaminan pasokan air irigasi tersebut maka luas areal tanam padi ikut meningkat dari 8300 hektar per tahun dengan intensitas tanam 110% menjadi 15.116 Ha per tahun dengan intensitas tanam 200 persen.  Pelaksanaan operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi juga lebih efisien karena sedimen yang masuk ke saluran dapat lebih terkontrol dan mengurangi banjir Kota Tebing Tinggi. 

Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono pun mengatakan bendung ini untuk irigasi, dimana dari tiga daerah irigasi sederhana, dijadikan satu hamparan sistem irigasi teknis dengan suplai air dari Bendung Sei Padang.

Dibangun pada tahun 2014, Bendung Sei Padang merupakan tipe bendung gerak yang telah selesai dikerjakan pada November 2017 lalu. Bendung ini memiliki lebar 70 meter dengan 9 pintu berukuran 6 meter dan tinggi 3,2 meter. 

Basuki juga menambahkan bahwa disamping bermanfaat sebagai irigasi, bendung ini juga nantinya akan menjadi salah satu destinasi wisata air di Kota Tebing Tinggi. Untuk itu Menteri Basuki mendukung upaya Balai Wilayah Sungai Sumatera II bersama Pemerintah Kota Tebing Tinggi untuk melakukan penataan kawasan sehingga menarik kunjungan wisatawan. 

"Di Kementerian PUPR, pekerjaan itu harus berjiwa seni. Bangunan-bangunan di sini, akan kita tata dengan muatan budaya lokal sehingga bisa dipakai untuk destinasi wisata, karena tidak jauh dari kota. Jadi, intinya Kementrian PUPR sangat mendukung gagasan Pemerintah Kota Tebing Tinggi untuk menjadikan bendung ini menjadi wisata air,” tegas Basuki dalam rilis yang dikeluarkan Kementerian PUPR.