Anak Perusahaan Brantas Abipraya Bantu Genjot EBT

02 Agustus 2017


Jakarta, 2 Agustus 2017PT Brantas Energi, anak perusahaan PT Brantas Abipraya (Persero) melalui Special Purpose Company (SPC) Independent Power Producer (IPP) PT Brantas Cakrawala Energi dan PT Brantas Hidro Energi mengantongi perjanjian jual beli listrik (Power Purchase Agreement/PPA) Energi Baru Terbarukan (EBT) dengan PT PLN (Persero) disaksikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan di Hotel Mulia, Jakarta.

“Ini adalah bukti komitmen Abipraya dalam meningkatkan pemanfaatan EBT untuk menyatakan rasio elektrifikasi daerah terpencil yang relatif jauh dari jaringan yang ada,” ujar Sutjipto, selaku Direktur Utama Brantas Energi.

Memperkuat penjelasannya, Sutjipto menambahkan bahwa kali ini Brantas Energi mendapatkan dua PPA, di Pesisir Selatan Sumatera Barat  yaitu Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) Sako dengan kapasitas 2 x 3 MW dengan SPC Brantas Cakrawala Energi dan PLTM Padang Guci-2 di Kabupaten Kaur Provinsi Bengkulu dengan SPC Brantas Hidro Energi sebesar 2 x 3,5 MW.

Mempertegas pernyataan Sutjipto, direncanakan keduanya akan mulai konstruksi pada tahun ini dengan target pada semester II 2018 sudah dapat beroperasi sehingga dapat menyuplai energi listrik ke sistem kelistrikan PLN.

Sebelumnya pada 16 Mei 2017 lalu, anak usaha Brantas Abipraya ini telah meresmikan pengoperasian PLTM karya PT Sahung Brantas Energi yaitu SPC perusahaan Brantas Energi di Bengkulu, yaitu PLTM Padang Guci, PLTM ini memiliki kapasitas 3 x 2 MW, dibangun di Desa Bungin Tambun III dengan memanfaatkan derasnya aliran sungai Padang Guci. Pembangkit listrik ini pun telah resmi beroperasi dengan status komersial per tanggal 14 April 2017.

Prestasi lainnya pun telah dikantongi Brantas Energi lewat karya PLTS Gorontalo kapasitas 2 MWP yang telah dirampungkan tahun 2016 lalu. Dalam rangka menyokong program Pembangunan Pembangkit 35.000 MW yang dicanangkan Presiden Joko Widodo, diharapkan proyek ini dapat menjadi milestone dan konstribusi Perusahaan bagi pembangunan EBT yang merupakan komitmen Pemerintah.

“Kami berharap dengan adanya pengerjaan konstruksi 2 (dua) PLTM yang baru kami teken ini, Brantas Energi dapat membantu meningkatkan elektrifikasi di Indonesia, karena listrik sangat dinanti masyarakat khususnya di daerah tertinggal,” pungkas Sutjipto.