Abipraya Pintar Gelar Uji Sertifikasi Manajemen SDM se-Jakarta Timur

03 Desember 2021


Jakarta, 3 Desember 2021 - Melalui Abipraya Pintar, yang merupakan salah satu program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT Brantas Abipraya (Persero), BUMN konstruksi ini menggelar Uji Sertifikasi Manajemen SDM dengan diikuti berbagai Universitas di Jakarta Timur. Digelar di Kantor Pusat Brantas Abipraya dengan protokol kesehatan yang ketat dan bertahap, kegiatan ini diikuti 121 peserta.

“Ini merupakan program uji kompetensi skema supervisor manajemen SDM yang berbasis Standar Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Melalui kegiatan ini kami ingin menunjukkan komitmen Brantas Abipraya yang selalu berkontribusi mendukung Pemerintah dalam memberikan pendidikan yang berkualitas untuk masyarakat Indonesia,” ujar Miftakhul Anas, Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya.

Ditambahkannya, uji kompetensi inipun memberikan nilai tambah bagi SDM Indonesia dan pentingnya sertifikasi keahlian sesungguhnya mampu meningkatkan produktifitas, daya saing tenaga kerja dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN atau MEA. Hal ini sejalan dengan program pembangunan SDM yang menjadi prioritas Presiden Joko Widodo pada tahun 2020 sampai 2024, yaitu membangun SDM yang pekerja keras, dinamis, terampil, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi serta talenta-talenta global untuk ikut bekerja.

Dipilihnya sertifikasi kompetensi di bidang Manajemen SDM menjadi salah satu program Abipraya Pintar, hal ini dikarenakan manajemen SDM tentu memiliki peranan yang sangat penting dalam membentuk dan menciptakan banyak sumber daya manusia yang handal dan kompeten di bidangnya. Melalui kegiatan ini tiap peserta akan memenuhi Standar Kompetensi Kerja yang telah ditetapkan oleh Pemerintah dengan menempatkan tenaga kerja yang berkompeten dan memiliki lisensi.

Sebanyak 121 peserta dari beberapa Universitas di Jakarta Timur, yaitu Universitas Negeri Jakarta, Universitas Muhamadiah Jakarta, Universitas Dian Nusantara, Institut Bisnis Nusantara, serta insan Abipraya dengan fungsi Human Capital.

Masuk dalam Pilar Pembangunan Sosial, tak hanya turut menyokong pengembangan tenaga kerja di bidang Manajemen SDM, dengan menggandeng Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Bina Konstruksi dan Balai Jasa Konstruksi Wilayah III dan IV telah menyelenggarakan bimbingan teknis K3 Konstruksi untuk mendukung Program Sertifikasi Pekerja Konstruksi. Kegiatan ini pun sudah dijalankan sejak tahun 2015 dan telah berhasil melakukan sertifikasi pekerja konstruksi sebanyak 4.258 pekerja yang mencakup personil proyek (pelaksana, juru ukur, juru gambar, operator, bas borong, mandor, tukang) maupun peserta sertfikasi dari Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta.

 

“Tak hanya fokus mendorong pembangunan sosial, melalui program TJSL Abipraya, kami juga selalu berkomitmen untuk berperan serta menjalankan roda perekonomian Indonesia apalagi di saat bangsa kita diterpa wabah COVID-19. Dalam pelaksanaan program TJLS, kami juga berfokus dalam menyokong ekonomi, lingkungan, hukum dan tata kelola yang merupakan pilar dari tujuan pembangunan berkelanjutan,” ujar Anas.

 

Perusahaan konstruksi milik negara yang aktif dalam menyelesaikan beberapa Proyek Strategis Nasional ini juga turut medorong pemulihan ekonomi lewat Pilar Pembangunan Ekonomi dengan memberikan modal kerja kepada mitra binaannya dan penyaluran CSR. Hingga saat ini sebanyak 43 mitra binaan yang Brantas Abipraya bina dengan berbagai spesifikasi bidang pekerjaan. Tidak hanya menawarkan pinjaman lunak, BUMN ini juga memberikan pelatihan untuk meningkatkan kompetensi para mitra binaan.

Perusahaan BUMN yang dikenal handal dalam pembangunan bendungan ini juga menunjukkan kehadirannya untuk Indonesia selama pandemi ini dengan menyokong Pemerintah dalam penanganan pandemi. Berbagai kegiatan dilakukan seperti, membagikan sembako kepada masyarakat sekitar Kantor Pusat dan seluruh proyek yang tersebar di Indonesia, mengadakan vaksin gratis untuk masyarakat kelurahan Cipinang Cempedak, Jakarta dan turut aktif menggerakkan perekonomian masyarakat saat pandemi, Brantas Abipraya juga sedang menjalankan program Orangtua Asuh. Dengan melibatkan Insan Abipraya menjadi orangtua bagi anak-anak Indonesia yang pra sejahtera.

 

Pada pilar pembangunan lingkungan, Brantas Abipraya berkontribusi menyediakan failitas air bersih di Sukabumi dengan bersinergi bersama beberapa perusahaan BUMN. Ditambah lagi, sejak tahun 2018 Brantas Abipraya telah melakukan penanaman 12.500 bibit pohon sengon dan mengelolanya dengan bermitra bersama warga lokal di Kampung Legok Banteng, Desa Cijayanti, Bogor. Tahun 2020, BUMN ini juga melakukan penanaman ribuan pohon di area PLTM Padang Guci, Bengkulu.

Sederet kegiatan TJSL yang telah dijalankanpun berbuah manis dengan mengantongi beberapa penghargaan, salah satunya di tahun 2021 ini Brantas Abipraya berhasil meraih penghargaan sebagai Best TJSL Award 2021, kategori Infrastruktur. “Kami sangat berterima kasih atas apresiasi yang diberikan untuk Brantas Abipraya. Semoga penghargaan ini dapat menjadi pelecut untuk terus memperkuat komitmen kami untuk selalu berkontribusi dalam mendukung program Pemerintah, mensejahterakan masyakat Indonesia,” tutup Anas.