ABIPRAYA OPTIMIS TUNTASKAN "FLY OVER" PERMATA HIJAU AKHIR TAHUN

11 Agustus 2015


Jakarta, 11 Agustus 2015 – PT Brantas Abipraya, Perusahaan kontraktor milik Negara ini optimis merampungkan Simpang Tak Sebidang (STS) Permata Hijau atau yang lebih dikenal dengan Fly Over Permata Hijau di penghujung tahun ini. Bukan tanpa alasan, pengerjaan proyek jembatan layang di persimpangan Permata Hijau menuju Patal Senayan ini terus memberikan perkembangan positif.

“Hingga akhir Juli ini, pengerjaan telah mencapai 56%. Ini progres yang sangat baik karena lebih cepat dari target sebelumnya yang hanya 35%,” kata Dodi Perbawanto, Project Manager PT Brantas Abipraya.
Mulai dikerjakan pada 15 Desember 2014, proyek senilai Rp 131 Miliar ini diharapkan selesai pada November 2015. Fly over ini nantinya akan memiliki panjang sekitar 555 meter dengan lebar 10 meter. “Sementara jarak antara permukaan dengan batas jalan layang setinggi 7.5 meter,” imbuh Dodi.

Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang konstruksi, PT Brantas Abipraya (Persero) sebelumnya juga sudah mengerjakan proyek jalan layang lainnya seperti Fly Over Bukittinggi yang pengerjaannya juga baru saja tuntas akhir tahun 2014 lalu. Tak hanya itu, Abipraya juga ikut sukseskan program Presiden Joko Widodo yaitu Pembangunan 10.000 Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) dengan membangun ratusan Rusunawa yang tersebar di beberapa wilayah Indonesia.

Perusahaan yang memiliki visi menjadi lima besar perusahaan konstruksi di Indonesia ini baru saja melakukan emisi obligasi senilai Rp 300 miliar di Bursa Efek Indonesia. Ada pun kontrak baru yang dicapai Abipraya semester satu ini sebesar Rp 2,160 Triliun dengan membukukan laba bersih Rp 31,18 Miliar.